
Saya : Pak, candi yang ke-sembilan itu di mana ya?
Dia : Oh ada di sana [sembari menunjuk munjungan candi di puncak gunung].
Saya : Ha? Itu bukannya candi yang ke-lima, Pak?
Dia : Oh iya.
Saya : Jadi?
Dia : Jadi, begini ceritanya. Candi ini terdiri dari lima kompleks candi. Di masing-masing kompleks, ada satu atau lebih candi.
Saya : Iya, tadi saya juga lihat.
Dia : Udah, po? Semua candinya?
Saya : Iya.
Dia : Sampai puncak itu [mengarahkan pandangan ke puncak gunung tempat kompleks terakhir]?
Saya : [mengikuti arah pandangannya] Iya. Sampai ke sana tadi. Tinggi sekali dari sini.
Dia : Iya. Nah, dari kesemua candi yang ada di kompleks ini, jumlahnya ada sembilan. Tapi beberapa memang ada yang tidak utuh. Ya tho?
Saya : Iya. Wah, ternyata saya udah mengunjungi semuanya, Pak. Saya pikir itu candi ke-lima. Makanya saya penasaran dengan candi ke-sembilannya. Hahaha.
Dia : Hahaha. Ngga kok, Mbaknya udah ke candi sembilan. Mbaknya ini dari mana?
Saya : Saya dari Jakarta, kebetulan lagi wisata.
Dia : Oh. Dari Jakarta?
Saya : Sedang kunjungan Semarang – Jogja sih, Pak.
Dia : Ooh gitu. Ini urusan kuliah atau apa gitu?
Saya : Udah lulus, Pak. Ini ke sini karena penasaran, makanya mampir ke sini dulu.
Dia : Kuliah di mana dan jurusan apa?
Saya : Saya di UI, Pak. Psikologi.
Dia : Baru lulus?
Saya : Ngga. Tapi masih nyari kerja, Pak. Sulit sekali cari kerja. Hahaha.
Dia : Iya yah, Mbak. Memang cari kerja sulit sekarang yah. Pemuda yang dari sini pun seperti itu. Yah, kebanyakan dari mereka akhirnya bekerja di sini juga. Membangun desa sendiri.
Saya : Oya? Hebat yah, Pak.
Dia : Yah, apa aja dikerjakan, Mbak. Bawa kuda juga ga apa-apa. Mbaknya juga semoga dapat kerja secepatnya.
Saya : Iya Pak. Amin. Bapaknya jadi ngedoain juga.
Dia : Hahahaha. Iya.
Saya : Enak sekali yah, Pak, di sini. Dingin dan banyak kabut.
Dia : Iya, Mbak. Selain itu di sini juga aman. Mbak tadi jalan, walaupun sepi tapi ga ada apa-apa kan?
Saya : Iya. Malah orangnya ramah-ramah.
Dia : Iya. Itu yang kami jaga di sini, Mbak. Tempatnya udah bagus, jalanannya juga. Lalu tidak ada yang jahat dan berbahaya.
Saya : Iya Pak. Aman kok ini tempatnya.
Dia : Ini selalu dijaga, Mbak. Supaya pengunjung tetap mau datang. Kan, Mbak nanti bisa promosi ke keluarga dan teman-teman.
Saya : Hahahaha. Pasti Pak. Bagus sekali ini tempatnya. Pasti saya promosiIn.
Dia : Iya, Mbak. Di sini juga sering loh ada mahasiswa dari luar negeri suka berkunjung.
Saya : Oya?
Dia : Iya. Mahasiswa luar negeri banyak yang berkunjung. Mereka menginap di rumah saya loh, Mbak.
Saya : Oya? Langsung mereka milih nginep di tempat Bapak atau gimana itu, Pak?
Dia : Oh, kalo itu udah ditentukan sama yang berwenang di wilayah ini. Di tempat saya yang menginap yah sudah ditentukan.
Saya : Oh begitu tho. Dari negara mana aja itu, Pak?
Dia : Wah macam-macam. Ada dari belanda, Suriname, Jepang, Australi. Macem-macem, Mbak.
Saya : Waaah. Banyak juga ya, Pak.
Dia : Iya, Mbak. Foto saya tuh sampai ke luar negeri loh, Mbak. Mereka suka foto-foto sama saya.
Saya : Hahahaha. Bapak terkenal sampai luar negeri dong.
Dia : Hahaha. Iya, Mbak.
Saya : Seru yah, Pak.
Dia : Saya tuh ya, Mbak, ada yang ngga sukanya dari mereka nginep itu.
Saya : Loh, kenapa Pak?
Dia : Saya paling ngga suka pas mereka sudah mau pulang.
Saya : Kenapa memangnya, Pak?
Dia : Ya, pasti kita tuh kumpul-kumpul gitu. Dan mereka pasti sedih, nangis. Saya ngga suka sedih-sedih seperti itu, Mbak.
Saya : Mmmm.
Dia : Pastinya saya kan juga kebawa sedih ya mbak. Nangis-nangis juga. Saya ga suka, Mbak.
Saya : Iya, Pak. Padahal sering yah Pak mahasiswa yang nginep di tempat Bapak.
Dia : Iya, Mbak. Tetapi tetap aja saya juga sedih. Makanya saya ga suka.
Saya : Mmmm.
dialogue ended
[Mengulang memori - Monologue]
Saya : Ketika itu saya sudah mempersiapkan diri untuk perpisahan. Untuk tetap kuat dan tidak merasa sedih.
Saya : Itu terbukti. Di sana saya tidak menangis setetes pun.
Saya : Tapi, sekeluar dan selepas dari lingkungan dan orang-orangnya, saya menangis sejadi-jadinya.
Saya : Seberapapun siap, seberapapun seringnya… me - especially, and maybe some others find it's hard to be good with goodbyes.Goodbye's the saddest word I'll ever hear
Goodbye's the last time I will hold you near
Someday you'll say that word and I will cry
It'll break my heart to hear you say goodbye
[Goodbye’s (The saddest word) – Celine Dion]monologue ended, curtain fell