Saya : Kenapa melupakan butuh waktu?
Dia : Karena bahkan untuk mengingat, kita juga butuh waktu. Gampangnya seperti kita mau UTS.
Saya : Kenapa?
Dia : Iya. Buat UTS, kita perlu mengingat melalui belajar, dan itu butuh waktu kan?
Saya : Iya. Tapi melupakannya ga butuh waktu kan?
Dia : Hahahahaha.
Saya : Bener kan?
Dia : Tetap butuh waktu. Mungkin yang terjadi adalah kita ga menyadarinya bahwa kita melupakan dengan waktu, walau sebentar.
Saya : Mmmm.
Dia : Jadi tetap butuh waktu, kan?
Saya : Lalu kenapa ada beberapa hal yang mudah dilupakan dan sulit dilupakan?
Dia : Kalo itu tergantung penghayatan kita mengenai hal itu.
Saya : Ha?
Dia : Iya, setiap hal yang terjadi dalam hidup kita itu dihayati dengan berbeda-beda. Ada yang dihayati sekali dan ada yang sama sekali tidak.
Saya : Mmmm.
Dia : Nah, hal-hal yang sulit dilupakan itu mungkin karena kita memiliki penghayatan yang besar terhadapnya.
Saya : [terdiam]
Dia : Itu makanya waktu yang dibutuhkan untuk melupakan hal-hal seperti itu jadi banyak.
Saya : Gimana melupakan hal yang besar penghayatannya?
Dia : Jangan diniatin.
Saya : Ha? Gimana bisa lupa kalo ga diniatin?
Dia : Ya, biarin aja alami. Terlupa dengan sendirinya.
Saya : Bukannya harus ada niat dulu ya kalo mau mencapai sesuatu.
Dia : Ya, untuk yang ini jangan.
Saya : Lalu, gimana kalo ga diniatin dan ga bisa lupa-lupa juga?
Dia : Nah, ga tau tuh. It’s mystery. Belum tau jawabannya. Mungkin kamu bisa ngedatengin aku beberapa waktu lagi untuk dapat jawabannya.
Saya : Jadi beberapa waktu ke depan akan dapat jawabannya?
Dia : Belum tentu juga.
Saya : [monologue] mungkin saya sudah tau jawabannya.
Trip ke Maroko bareng Trinity!
-
Meski sudah pernah ke 111 negara, saya belum pernah ke Maroko–negara di
Afrika Utara! Padahal free visa untuk paspor WNI dengan alam dan budaya
yang terken...
5 weeks ago

2 comment:
Gantung pisan mak.. hahahha
hahahahaha. nantilah kau tunggu lagi. we're walking in the sun, anakku. hahahaha.
Post a Comment