TWO-WAY MONOLOGUE

...'Cos talking is one way to understand...

2:52 PM

They talk about actions

Posted by: novippuda |


Ayahnya: [sambil menatap hasil cetak foto] sebenarnya apa yang ingin kau potret?

Dia: Apa ya… apa aku tak sengaja menekan shutter

Ayahnya: Menekan shutter… artinya melakukan tindakan

Dia: [terdiam dan tetap berusaha mencari jawaban]

Ayahnya: Pasti ada tujuannya di situ


Dialogue ended, curtain fell

[Dialogue derived from Auto Focus]

[Picture derived from www.cameragearguide.com]


8:54 PM

We talk about my disappointment

Posted by: novippuda |

Saya: Kenapa yang dijalanin akhir-akhir ini berasa susah banget ya.

Dia: Kenapa emang?

Saya: Ya ada aja gitu jalan buntunya. Padahal ini seharusnya bisa berhasil.

Saya: Aku harusnya bisa lebih mengusahakan itu. Aku ga mao gagal untuk yang ini.

Dia: Apa iya harus sebegitunya?

Saya: Iya. Ini buat kebaikan. Buat masa depan. Biar ga ada yang pergi lagi. Paling ga, berkurang.

Dia: (terdiam)

Saya: Tapi ternyata mentok. Aku ga berhasil untuk itu. Padahal aku pikir awalnya bakal lancar.

Dia: Ohhh…


Saya: Rasanya bete banget.

Dia: Jangan terlalu maksain keputusan yang udah ada.

Saya: Tapi ga bisa dong. Harusnya ini bisa lebih baik.

Dia: Iya. Harusnya bisa jadi lebih baik. Tapi jangan maksain diri kamu.

Saya: (terdiam)

Dia: Semua hal, akan pergi kalo udah waktunya.

Dia: Kalo udah harus pergi, dia akan pergi. Dan itu bukan karena kamu.


Dialogue ended, curtain fell

4:11 PM

We talk about me love the rain

Posted by: novippuda |

Saya: Hujannya besar banget.


Dia: Iya. Tapi untungnya ga sama angin.


Saya: Dulu waktu ngelahirin aku lagi ujan juga ga?


Dia: Iya. Dulu hujan gede. Udah gitu kakak kamu nangis ga mao ditinggalin.


Saya: (diam mendengarkan cerita).


Dia: Waktu itu ujan deres, trus berangkat dari rumah jam tujuh.


Saya: Jam tujuh apa?


Dia: Ya jam tujuh malem. Kamu kan lahirnya pas besoknya tengah malem.


Saya: Hooo.


Saya: (bergumam) Jadi ini alasannya aku suka banget sama ujan.



Dialogue ended, curtain fell

10:34 PM

We talk about… others?

Posted by: novippuda |

Saya : Aku rasa kita memang makhluk introvert.

Dia : Ha?

Saya : Iya.


Dia : Hahahaha. Karena dari tadi kerjaan kita hanya ngomong tentang orang lain.


Saya : Yes. In spite of talking 'bout ours, we’re busy discuss about others’. Hahaha.


Dia : Hahahaha. Yayaya.


Saya : Benar-benar ciri orang introvert



Dialogue ended, curtain fell

9:14 PM

We talk about shits

Posted by: novippuda |

Dia : Oi. Sucksssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssss.

Saya : Kenapa?

Dia : Everything is sucks. Damn!!!!

Saya : Means?

Dia : Everything. Life. Sucks.

Saya : Why?

Dia : Nothing seems going rite.

Saya : Though you've tried?

Dia : Yep.

Saya : Life like what it is?

Dia : Hahhhhhhh. Can't even describe anything.

Saya : I see.

Dia : Need to go somewhere. Scream out loud. Act like I'm not a human.

Saya : Then go, can’t you?

Dia : Dance crazily.

Dia : Where the hell i can find the place to do that???

Saya : Scream and dance? Karaoke.

Dia : With whom can I go karaoke???? Nobody seems know what I feel. Except you, of course.

Saya : You don’t share it with anybody else?

Dia : I do, but everyone has their own problems now. And ya, I think you're the one who really can understand what I feel now without, of course, tell it in detail. Psychological thing.

Saya : Bersosialisasilah.

Dia : Bersosialisasi?? I do. I share this madness to some people I know. But, it’s not in this suck suck way. I mean I don’t tell them the suck terms. I’m not as free as I tell it to you. Even for the most suck one.

Saya : Kenapa?

Dia : Beda aja caranya.

Saya : Dunia kerja memang sebegitu menyebalkannya. Tekanan memuncak, dan ga ada tempat yang benar-benar bagus buat berbagi.

Dia : Tau ahhh. Lelah. Stop it here.Thanks yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.

Saya : Beneran udahan?

Dia : Yes.

Saya : Mmmm. Jangan sampe kamu ngulang kesalahan aku. Inget, jaga sosialisasi.

Dia : Maksudnya?? Jaga sosialisasi??

Saya : In term we’re concerning bout life, some people become antisocial. I’ve been there. And for me, it’s hard enough to get out of that state.

Dia : [terdiam].

Saya : Whatever you feel, spill it out. Throw it away.

Dia : Yes.

Saya : Jangan dipendam lama-lama. Jangan mikir sendirian.

Dia : I’ll remember this.

Saya : Kalau butuh support, bilang.

Dia : Siippp. Makasih yaaaaaaaaaa.

Saya : Siiip.

Dia : I'm starting to cry now.

Saya : Ga papa.

Saya : We’re human, after all. We’re so weak. And it sucks. Let the feeling in.

Dia : Pinjem kata-katanya yah. Too cool to not be quoted. Hahahaha.

Saya : Haha. Pay it forward.

Dia : Ha? Hope the others get the message too??

Saya : Itu arti gedeannya. Sama-sama saling mengingatkan.

Dia : Arti kecilnya gue harus bayar royalty. Hahahaha.

Saya : Kaga lah. Ketika aku atau kamu atau yang lain sedanga dalam kondisi setipe, ingatkan itu. Bantu yang sedang membutuhkan,

Saya : Haha. Bijak bener. Haha.

Dia : Damn. You’ve helped me already. Thanks.

Saya : Then pay it forward.

Dia : And pay it forward. Should I take it as my FB status?

Saya : Haha. Betul.

Dia : Hahahaha.


Dialogue ended, curtain fell

Setting:

6 April 2010, 11.30 WIB
Bus Mayasari jurusan Bekasi – Tanjung Priok
Tempat duduk barisan kiri paling depan, persis samping jendela
Jendela membelalak lebar
Penumpang sebelah tertidur
Langit sangat cerah
Awan bergumpal banyak - Besar dan kecil
Earphone terpasang sempurna di kedua telinga
Musik mengalun acak
Tiba giliran The Saltwater Room-nya Owl City


Saya : [melihat langit] Langitnya bagus sekali.

Saya : It’s me heading you, God.

Saya : You see me?

Saya : Kepalaku pusing, badan saya ngilu, idung saya sakit dan mampet dalam waktu bersamaan, batuk menekan perut saya hingga sakit sekali.

Saya : I’m heading You not for complaining bout this. You know me well, who won’t asking for this [nyengir sendiri].


Can you believe that the crew has gone and wouldn’t let me sign on?
All my island have sunk in the deep so I can hardly relax or even oversleep



Saya : Saya lelah sekali kali ini. It's just too much and too long.

Saya : Kenapa lama sekali bagiku Kau berikan jawabannya.

[Memejamkan mata dan menarik napas panjang. Sangat panjang dan berkali-kali].

[Kembali menatap langit].

Saya : And it is so. Well, at least I take it so [cengar cengir sendiri].



Time together is just never quite enough
When you and I are alone, I’ve never felt so at home
What will it take to make or break this hint of love?
We need time, only time



Monologue ended, curtain fell

10:35 PM

We talk about pay it forward

Posted by: novippuda |

Saya : Kenapa masih bisa baik sih? Kan padahal dia udah nyebelin sampe ubun-ubun.

Dia : Emang. Kalo dibilang nyebelin, ya emang.

Saya : Nah terus, kenapa tetap mao baik-baik. Terus, masih mau bantu dia juga lagi.

Dia : Ya kan hidup emang ya kayak gini. Harus tetap baik-baik dan saling membantu, walau memang dirasainnya nyebelin atau nyusahin.

Saya : Kenapa sih kita harus berbuat baik?

Dia : Kalo berbuat baik, jangan dipikir-pikir dan dijadiin beban. Lakuin aja, apa yang bisa dilakuin.

Saya : Iya. Tapi kenapa? Kenapa juga harus tetep berbuat baik, walau itu orang ga kenal ataupun orang yang dikenal tapi nyebelin.

Dia : Kalo ada masalah dengan orang lain, cukup hati aja yang merasakan. Tapi perilaku jangan sampai negatif juga.

Saya : [terdiam].

Dia : Ketika kita sedang berbuat baik, jangan sampai mengharapkan dia melakukan hal baik juga sama kita.

Saya : Tapi kan seharusnya begitu. Baik dibalas baik juga.

Dia : Kan kita ga bisa ngontrol orang lain harus gimana ke kita.

Saya : [terdiam].

Dia : Baik itu orang yang sudah pernah menyakiti atau orang asing sekalipun, ketika kita berbuat baik, ingat aja keluarga kita.

Saya : Kenapa?

Dia : Karena dengan kita baik sama orang, harapkanlah kita sekeluarga nantinya diperlakukan yang sama orang lain.

Saya : Maksudnya?

Dia : Waktu bantu orang yang mencari jalan, semoga nanti kalo kita atau keluarga dalam keadaan yang sama, maka nanti akan ada yang bantu.

Saya : [terdiam].

Dia : Waktu mengasihi orang-orang tua, semoga mama-papa dan mbah kita juga dikasihi sama orang lain.

Saya : [tetap diam].

Dia : Berbuat baik, jangan menuntut balasan dari orang yang sama yang kita baikin. Tapi semoga, ketika kita dalam kesulitan apapun ada orang lain yang juga akan membantu kita. Begitu juga sebaliknya.

Saya : Oooo. Amin.


Dialogue ended, Curtain fell

Subscribe