TWO-WAY MONOLOGUE

...'Cos talking is one way to understand...

Setting:

6 April 2010, 11.30 WIB
Bus Mayasari jurusan Bekasi – Tanjung Priok
Tempat duduk barisan kiri paling depan, persis samping jendela
Jendela membelalak lebar
Penumpang sebelah tertidur
Langit sangat cerah
Awan bergumpal banyak - Besar dan kecil
Earphone terpasang sempurna di kedua telinga
Musik mengalun acak
Tiba giliran The Saltwater Room-nya Owl City


Saya : [melihat langit] Langitnya bagus sekali.

Saya : It’s me heading you, God.

Saya : You see me?

Saya : Kepalaku pusing, badan saya ngilu, idung saya sakit dan mampet dalam waktu bersamaan, batuk menekan perut saya hingga sakit sekali.

Saya : I’m heading You not for complaining bout this. You know me well, who won’t asking for this [nyengir sendiri].


Can you believe that the crew has gone and wouldn’t let me sign on?
All my island have sunk in the deep so I can hardly relax or even oversleep



Saya : Saya lelah sekali kali ini. It's just too much and too long.

Saya : Kenapa lama sekali bagiku Kau berikan jawabannya.

[Memejamkan mata dan menarik napas panjang. Sangat panjang dan berkali-kali].

[Kembali menatap langit].

Saya : And it is so. Well, at least I take it so [cengar cengir sendiri].



Time together is just never quite enough
When you and I are alone, I’ve never felt so at home
What will it take to make or break this hint of love?
We need time, only time



Monologue ended, curtain fell

0 comment:

Post a Comment

Subscribe